Masih ada Rp. 50 Miliar dana Bergulir untuk Jepara

Pelaku usaha ekonomi kreatif di Jepara, mendapat tantangan agar usahanya tumbuh dengan baik, memanfaatkan modal pinjaman pemerintah. Setelah mengalokasikan kredit lunak dana bergulir hingga Rp. 87 miliar, tahun ini terdapat alokasi dana bergulir hingga Rp. 50 miliar yang bisa dimanfaatkan.

Ketersediaan dana dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut, dikemukakan oleh Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kemas Danial saat sosialisasi Dana Bergulir LPDB yang bertempat di pendapa Kabupaten Jepara, Senin (14/3). Acara yang dihadiri lebih dari 250 orang pelaku UKM tersebut, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Jepara Subroto, bersama Direktur Utama LPDB -KUMKM Kemas Danial, serta jajaran instansi terkait dari Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Jepara.

LPDB-KUMKM merupakan satuan unit kerja Kemenkop dan UKM yang bertugas mengelola dana bergulir dalam bentuk pinjaman/pembiayaan dengan bunga rendah kepada koperasi dan UKM.

Kemas menjelaskan, secara akumulasi nasional LPDB Kemenkop dan UKM memang telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp. 7 triliun. Sedang realisasi penyerapan dana bergulir di Kabupaten Jepara, mencapai Rp. 85,4 miliar yang disalurkan kepada 22 mitra.

“Tahun ini, LPDB-KUMKM masih mengalokasikan dana Rp. 147 miliar untuk Provinsi Jawa Tengah.  Sedangkan untuk Kabupaten Jepara kami alokasikan Rp. 50 miliar,” katanya.

Angka Rp. 50 miliar tersebut masih bisa meningkat. Sangat tergantung dari peran aktif para pelaku KUMKM di Jepara.

“Bila memang banyak proposal yang masuk dan layak, alokasi dapat kita tambah. Namun bila kurang dana tersebut akan kami alokasikan ke tempat lain,” katanya. Sedangkan bunga yang ditetapkan relatif murah, yakni hanya 4,5 persen per tahun sliding, atau hanya 2,5 per tahun flat bagi koperasi dan UKM yang bergerak ke sektor riil.

“Untuk mengakses dana ini, tentu ada syaratnya,” ujar Kemas. Yaitu harus berbadan hukum minimal 2 tahun, melakukan RAT 2 tahun untuk koperasi, dan neraca keuangannya tidak boleh dalam kondisi merugi. Pada kesempatan tersebut, pengelola LPPDB-KUMKM dilatih cara mengajukan permohonan bantuan.

Melalui sosialisasi ini, kata Kemas, diharapkan para pelaku usaha di Jepara, khususnya yang bergerak langsung di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat lebih mengetahui dan mengerti tentang program bantuan permodalan dana bergulir yang diberikan LPDB-KUMKM yang dapat mereka manfaatkan demi meningkatkan produktifitas usaha, sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi Kabupaten Jepara.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Subroto mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat merubah pola pikir pelaku usaha terkait sulitnya mengakses pinjaman modal. Dia berharap para pelaku usaha lebih mengetahui keberadaan program ini dan segera mempersiapkan diri untuk peningkatan usaha, khususnya dalam menghadapi MEE. (Sulismanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *